Rani terus saja merajuk pada Tegar suaminya. Tas Etine Eigner keluaran terbaru, menggelayut di pelupuk mata Rani. Rayuannya pada Tegar belum berhasil, sehingga jurus-jurus mautpun di keluarkan demi mendapatkan tas idamannya itu. Panas kuping Tegar mendengar rengekan Rani. Tegar mencoba menjelaskan pada Rani kondisi keuangan yang sedang dialaminya, namun Rani tak mengindahkan penjelasannya. Sore ini seharusnya Tegar sudah di rumah, tapi membayangkan rengekan Rani minta dibelikan tas idamannya, membuat Tegar mengurungkan niatnya untuk pulang, dia memilih kongkow-kongkow dengan teman2 nya di kantor dari pada menghadapi istrinya dirumah.
Komunikasi menjadi hal yang sangat dalam mengatasi konflik rumah tangga. Kisah Rani dan Tegar menunjukkan betapa saling menghargai itu penting. Beruntung Rani bersuamikan Tegar, yang walaupun kesal dia memilih berlama-lama di kantor dengan teman2nya. Tapi yang mendasari sikap Tegar adalah keengganan menghadapi masalah, karna sang istri adalah seorang yang sulit untuk memahami kondisi suami. Saling menghargai dan berempati dengan pasangan adalah dua hal yang harus dimiliki dalam keharmonisan keluarga. Hal ini harus dibiasakan, sehingga akan mudah mengingatkan pasangannya saat kondisi seperti tegar dan Rani. Perselisihan dalam rumah tangga adalah hal yang lumraaaah. Namun, segera mencari solusi adalah parameter pemecah konflik dalam keluarga. Semakin cepat kita mencari solusi, maka semakin cepat pasangan tersebut berada pada titik setabil. So.. bangunlah keluarga dengan komunikasi yang produktif, yaitu komunikasi yang menghasilkan sikap-sikap positif sehingga akan berbuah indah saat badai menghampiri dalam kehidupan rumah tangga. Wallahu’alam bisowab.