Entahlah.. perasaanku atau memang benar-benar harus di cermati, anak-anakku makin besar, makin sulit dikendalikan. Terlalu kejam kalimat itu, tapi ini adalah suatu kenyataan TERUTAMA saat hatiku gersang. Gersang akan zikir, gersang akan kekuatiran thd petunjuk Allah. Anak-anakku akan semakin liar apabila, akupun liar terhadap karunia Allah. Kurang tilawah Quran, kurang meminta terhadap Zat yang Maha Tahu. Seakan pantauan akulah yang menentukan baik tidaknya anak-anakku melangkah, sebenarnya TIDAK.. tidak sama sekali, Aku orang tuanya hanya memantau, mengevaluasi dan mengarahkan. Pengarahan yang terbesar pun hanya Allah yang mengarahkan. Saat anak-anakku minta izin keluar, dengan tujuan yang baik, siapa yang dapat menjamin selama dalam perjalanan, atau dalam melakukan kegiatan dia (anakku) dilingkungin dengan hal yang baik, bisa saja temennya adalah teman yang jahat, atau nakal. Disitulah letak ketergantungan kita pada Allah, hanya Allah yang menjaga anakku. Aku type orang tua yang sangat protektif dengan anak-anak. Tapi menghadapi anak-anak yang sudah mulai gede, mereka harus mengenal dunia dengan nyata, dengan bijak dan dengan berani. Sehingga aku harus rela melepas dan mengizinkan mereka pergi bermain bersama teman-temannya , dimana aku tidak dapat memantau lagi seperti apa teman-temannya, seperti apa permainan yang mereka lakukan, apakah permainan itu aman. Hanya berharap kemurahan Allah dan KebesaraNnya, hingga anku terhindar dari segala petaka. Rabbanaa atinaa fiddunya hasanah wa fil aahirotu hasanah wakinaa azabannaar.